“PERIKLANAN”

PENGERTIAN

Periklanan adalah menurut para pakar merupakan sebuah ujung tombak dari keberhasilan sebuah perusahaan. Sebuah periklanan yang baik akan menjamin berjalannya sebuah bisnis dengan sukses. Jika saya menginginkan sebuah iklan yang berhasil maka mengggunakan jasa perusahaan iklan besar biasanya jauh lebih efektif ketimbang Saya menggunakan perusahaan iklan yang kecil.

Periklanan adalah wikipedia dan saat ini merupakan sebuah metode yang ampuh dalam mempromosikan sebuah produk. Iklan menjadi sangat penting, karena apalah artinya sebuah produk yang diciptakan begitu sempurna dan berkualitas namun tidak dipasarkan dengan baik sehingga produk tersebut tetap tidak dikenali oleh orang banyak.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS

DIPERTIMBANGKAN DALAM BERIKLAN

Kriteria yang dipakai untuk menentukan faktor kunci adalah apakah informasi tersebut akan mempengaruhi pilihan iklan yang digunakan.

  • Pemilihan waktu

Ini selalu penting dan dapat dibagi menjadi beberapa segi :

1) Kapan konsep pemasaran harus siap

2) Kapan iklan tersebut akan berjalan

3) Berapa lama iklan tersebut akan berjalan

Pemilihan waktu pada setiap tahap akan sangat mempengaruhi apa yang dapat dan tidak dapat tercapai.

  • Pasar Sasaran

Pasar sasaran menentukan ciri kelompok yang dituju : umur, lokasi, kelas sosial, jenis kelamin, dan frekuensi pembelian. Untuk pasar perusahaan ini akan membedakan menurut besarnya perusahaan dan jenis usahanya.

  • Perubahan-perubahan dalam pasar

Adalah menentukan hal-hal penting dari apa yang sedang terjadi dalam pasar, apakah pasar membaik atau memburuk, apa yang sedang dilakukan para pesaing, apakah dampak musiman dan lain-lain. Umumnya informasi ini tersedia banyak sekali dan karenanya kita harus selektif.

  • Nilai produk atau jasa

Bagaimana atau apa yang dimiliki oleh produk atau jasa yang ditawarkan apakah rasanya sangat menyenangkan atau kasar.

  • Pengalaman masa lalu

Hindari pemborosan waktu dengan tidak menggunakan yang dulu ternyata gagal, gagasan yang dibuang atau bonus yang dapat diterima secara etis.

TATA CARA BERIKLAN

DI ATUR DALAM HUKUM

UUPK mengatur mengenai periklanan di Indonesia. Tujuan dari suatu perlindungan konsumen adalah sebagai berikut :

  • meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri
  • mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negative pemakaian barang dan/atau Jasa
  • meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen
  • menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi
  • menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha
  • meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen.

Pers berdasarkan Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS (untuk selanjutnya disebut UU Pers) merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.

Dalam hal ini peran pers untuk memenuhi pengetahuan kebutuhan konsumen salah satunya adalah melalui iklan. Namun iklan tersebut harus diberikan kepada konsumen secara tepat, akurat dan benar.

Perusahaan iklan oleh UU Pers dilarang untuk :

  • memuat iklan yang dapat merendahkan martabat suatu agama dan/atau kerukunan hidup antar umat beragama serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat
  • memuat iklan minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
  • memuat iklan dengan peragaan rokok dan/atau penggunaan rokok.

 

Periklanan dapat dilakukan salah satunya melalui penyiaran, yang terorganisir dalam suatu lembaga penyiaran. Penyiaran menurut Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 tentang Penyiaran (untuk selanjutnya disebut UU Penyiaran) adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, kabel, serat optik dan/atau media lainnya untuk daat diterima oleh masyarakat dengan pesawat penerima siaran radio dan/atau pesawat penerima siaran televisi atau perangkat elektronik lainnya dengan atau tanpa alat bantu.

Sedangkan pengertian siaran menurut Pasal 1 butir 2 UU Penyiaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis dan karakter lainnya yang dapat diterima melalui pesawat penerima siaran radio, televisi atau perangkat elektronik lainnya, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, dengan atau tanpa alat bantu.

  1.  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan

Pengertian pangan berdasarkan Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (untuk selanjutnya disebut UU Pangan) adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

Sedangkan pengertian label pangan berdasarkan Pasal 1 butir 15 UU Pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya atau bentuk lain yang disertakan dalam pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada atau merupakan bagian kemasan pangan. Dan pengertian iklan pangan berdasarkan Pasal 1 butir 16 UU Pangan adalah setiap keterangan atau pernyataan mengenai pangan dalam bentuk gambar, tulisan atau bentuk lain yang dilakukan dengan berbagai cara untuk pemasaran atau perdagangan pangan.

Tujuan pengaturan, pembinaan dan pengawasan pangan adalah untuk :

  1. tersedianya pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi bagi kepentingan kesehatan manusia
  2. terciptanya perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab
  3. terwujudnya tingkat kecukupan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat;

Mengenai label dan iklan tentang pangan akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (untuk selanjutnya disebut PP Label dan Iklan Pangan)

 

PEMBAHASAN

Apakah benar papan reklame (billboard/megatron) di jalanan sebagai salah satu penyumbang masalah visual kota, khususnya di Surabaya? Mengapa demikian? Ini merupakan pendapat saya mengenai papan reklame jalanan dan reklame-reklame mini yang ditempel sembarangan di sudut-sudut kota Surabaya.

JL. SUMATRA DEKAT HOTEL SAHID SURABAYA

JL. SUMATRA DEKAT HOTEL SAHID SURABAYA

 

JL. GEMBLONGAN DEKAT SIOLA ,SURABAYA

JL. GEMBLONGAN DEKAT SIOLA ,SURABAYA

Billboard termasuk model iklan luar ruang yang paling banyak digunakan. Perkembangannya pun cukup pesat.

Sekarang di jaman digital, billboard pun menggunakan teknologi baru sehingga muncullah digital billboard. Ada juga mobile billboard yaitu billboard yang berjalan ke sana ke mari karena di-pasang di mobil (iklan berjalan). Mobile billboard sendiri sekarang sudah ada yang digital yaitu mobile billboard.

Dari perbandingan iklan diatas bisa dilihat dari penampilan gambar yang ditampilkan :

  • Dari gambar iklan bilboard merk Top one hanya menampilkan logo gambar dengan kata-kata slogan dengan ukuran tulisan yang sangat besar sehingga orang yang melihat tulisan itu dapat membaca walaupun dalam keadaan kendaraan yang sedang melaju. Tetapi orang tidak dapat mengerti barang yang diklankan karena digambar tidak ada produk yang ditampilkan.

Sedangkan untuk iklan oli STP ini benar-benar menampilkan iklan secara lengkap, karena iklan ini menampilkan gambar produk,slogan,serta alamat websait yang bisa membuat orang bisa melihat langsung secara lengkap macam-macam produksi merk ini.

PENGERTIAN ETIKA

Kata – kata seperti Etika, Etis, dan Moral tidak terdengar dalam ruang kuliah saja dan tidak menjadi monopoli kaum cendikiawan. Dalam dunia bisnis etika merosot terus,etika dan moral perlu ditegaskan kembali. Di televisi akhir – akhir ini banyak iklan yang kurang etis, dan sebagainya. Jika kita berbicara tentang etika dan moral, ternyata jika kita memaksudkan sesuatu yang penting.

  1. Etika dan moral

Mari kita mulai dengan mempelajari etimologi kata – kata ini. Seperti hal nya dengan banyakistilah yang menyangkut dengan konteks ilmiah, istilah etika pun berasal dari bahasa Mari kita mulai dengan mempelajari etimologi kata – kata ini. Seperti hal nya dengan banyakistilah yang menyangkut dengan konteks ilmiah, istilah etika pun berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti seperti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang habitat, kebiasaan. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan, dan arti terakhir inilah yang menjadi latar belakang terbentuknya istilah etika yang dikemukakan oleh filusuf Yunani Aristoteles (384 – 322 SM). Jika kita membatasi diri pada asal usul kata ini, maka etika adalah ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Mengenai kata etika ada perbedaan yang mencolok, jika kita membandingkan apa yang dilakukan dalam kamus yang lama dengan kamus yang baru. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia yang Lama (Poerwadarminta, 1953) Etika dijelaskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas – asas akhlak (moral). Jika kita melihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (KBBI, Edisi-1. 1988) Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti, yang pertama adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), yang kedua adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak dan yang ketiga adalah nilai mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Setelah mempelajari penjelasan kamus, kami memilih tetap membedakan tiga arti mengenai kata Etika. Tentang kata Moral sudah dapat kita lihat bahwa etimologinya sama dengan etika sekalipun bahasa asalnya berbeda. Jika kita memandang arti kata moral, perlu diperhatikan bahwa kata ini bisa bisa dipakai sebagai nomina (kata benda) atau sebagai adjektiva (kata sifat)

  1. Amoral dan Immoral

Masih dalam rangka mempelajari istilah, perlu dibedakan antara amoral dan immoral. Amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral dan dalam kamus immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik. Penjelasan ini memang sejalan dengan apa yang kadang kala dapat kita baca atau kita dengar, tapi sulit untuk kita pertahankan larena mencampuradukkan amoral dan immoral.

  1. Etika dan Etiket

Dalam rangka menjernihkan istilah, harus kita simak lagi perbedaan antara etika dan etiket. Kerap kali dua istilah ini dicapuradukkan begitu saja, padahal perbedaan di anataranya sangat hakiki. Etika disini diartikan sebagai moral dan etiket diartikan sebagai sopan santun. Namun demikian, ada beberapa perbedaan yang sangat penting antara etika dan etiket. Etiket adalah suatu perbuatan yang harus dilakukan manusia dalam berperilaku dan bergaul. Jika kita berbicara tentang etiket, kita hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja, sedang etika menyangkut manusia dari segi dalam saja.

 

Etika sebagai cabang filsafat, banyak perbuatan manusia berkaitan dengan baik dan buruk, tapi tidak semua. Ada juga perbuatan yang netral dari segi etis. Bila pagi hari saya mengikat lebih dulu tali sepatu kanan dan baru kemudian tali sepatu kiri, perbuatan itu tidak mempunyai hubungan dengan baik atau buruk. Baik dan buruk dalam arti etis seperti dimaksudkan dalam contoh terakhir ini memainkan peranan dalam hidup setiap manusia. Setelah dipelajari apa yang dimaksud dengan moralitas, sekarang kita siap untuk mengerti langkah berikut, etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas. Etika merupakan ilmu yang menyelidiki tingkah laku moral. Disini kita mengikuti pembagian atas iga pendekatan yang dalam konteks ini sering diberikan, yaitu etika deskriptif, etika normatif, dan metaetika. Berikut ini adalah pengertian dari pembagian dasar etika ;

  1. Etika Deskriptif

Melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan, anggapan – anggapan tentang baik dan buruk, tindakan – tindakan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu – individu tertentu, dalam kebudayaan atau subkultur tertentu, dalam suatu periode sejarah, dan sebagainya.

  1. Etika Normatif

Etika normatif merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang di mana berlangsung diskusi – diskusi yang paling menarik tentang masalah – masalah moral.

  1. Metaetika

Cara lain untuk mempraktikkan etika sebagai ilmu adalah metaetika. Awalan meta (dari bahasa Yunani) mempunyai arti melebihi atau melampaui. Istilah ini diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas disini bukanlah moralitas secara langsung melainkan ucapan – ucapan kita di bidang moralitas. Metaetika seolah – olah bergerak pada taraf yang lebih tinggi daripada perilaku etis.

 

Hakikat Etika Filosofis adalah kejadian atau peristiwa yanng kita alami, maka tidak pernah kita melakukannya secara netral saja, tidak oernah kita membatasi diri melainkan hanya memantaunya saja. Etika Filosofsis merupakan filsafat yang dikenal sebaga cabang filsafat yang paling tua. Dalam konteks filsafat Yunani kuno, etika sudah terbentuk dengan kematangan yang mengagumkan.

Peranan Etika dalam Dunia Modern adalah mengenal nilai – nilai dan norma – norma etis di dalam masyarakat yang homogen, kita dapat melihat bahwa nilai atau norma yang tadinya terpendam dalam hidup rutin tiba – tiba mendadak tampil ke permukaan. Ciri lain yang menandai situasi Etis dalam dunia modern adalah timbulnya masalah – masalah etis baru, terutama disebabkan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang ilmu biomedis. Situasi moral dalam dunia modern ini mengajak kita untuk mendalami studi etika. Dimana studi etika ini merupakan salah satu cara yang memberi prospek utnuk mengatasi kesuliatan moral yang kita hadapi di dalam dunia modern.

Moral, Agama, dan Etika Filosofis merupakan hubungan yang erat antara agama dan moral. Setiap agama mengandung suatu ajaran moral yang menjadi pegangan bagi para penganutnya. Jika kita membandingkan berbagai agama, ajaran moralnya hanya ada sedikit perbedaan, tetapi secara menyeluruh perbedaannya tidak terlalu besar.

Moral dan Hukum  sebagaimana terdapat hubungan erat antara moral dan agama, demikian juga antara moral dan hukum. Kita mulai saja dengan memandang hubungan ini dari segi hukum karena hukum membutuhkan moral. Di sisi lain moral juga membutuhkan hukum terutama hukum pidana. Meskipun ada hubungan yang erat antara hukum dan moral, perlu ditegaskan kembali bahwa keduanya tidak sama. Kenyataan yang paling jelas membuktikan hal itu adalah terjadinya konfik antara keduanya. Tidak mustahil adanya undang – undang immoral, undang – undang yang boleh dan barangkali malah harus ditolak dan ditentang atas pertimbangan etis.

PERJUANGAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENGHADAPI PASAR MODERN

PERJUANGAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENGHADAPI PASAR MODERN

PERJUANGAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENGHADAPI PASAR MODERN

Gambar diatas menjelaskan bahwa persaingan pasar di era globalisasi sangat tidak beretika. Disitu dijelaskan bahwa pasar traditional hanya ditujukan pada konsumen yang menginginkan/membeli barang yang spesifik, namun kenyataan yang ada pasar modern juga mempunyai segala macam produk yang di inginkan konsumen. Hal inilah yang dinilai tidak beretika didalam persaingan pasar, karena bisnis ini bisa saja membuat pasar traditional lumpuh. Disisi lain persaingan ini menimbulkan dampak sosial dan dampak ekonomi. Karena tidak ada perundang-undangan yang mengatur tentang batasan apa saja yang harus dijual di pasar modern maupun pasar tradisional. Karena pada dasar nya pasar modern dan pasar trasional mempunyai konsep yang sama namun mempunyai segmentasi yang berbeda. Secara tidak langsung berkembang pesatnya pasar modern membuat pasar tradisional kewalahan dan mulai ditinggalkan konsumen, karena dari segi harga dianggap tidak berbeda signifikan.

Pasar modern telah membuat para pedagang pasar traditional merugi bahkan beralih profesi karena sedikitnya permintaan pasar. Hal inilah yang memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada pedagang pasar tradisional. Sistem yang dipakai pasar modern adalah menarik minat konsumen dengan memberikan diskon/promo menjadikan pasar tradisional kalah saing dalam teknik pemasaran. Oleh karena itu harus ada kebijakan yang tegas dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar pasar tradisional tidak bersaing secara langsung dengan pasar modern. Karena seharusnya pasar modern dan pasar traditional mempunyai segmentasi yang berbeda, dengan itu pasar modern dapat melengkapi pasar traditional begitupun sebaliknya. Hal ini juga diharapkan dapat menjaga kestabilan harga jual, karena pasar di Indonesia sangat fleksibel dalam segi harga.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa penggunaan pasar modern dengan skala yang sangat besar menimbulkan efek negatif bagi pasar tradisional karna dapat membuat penurunan minat konsumen untuk berbelanja dipasar tradisional.

9.  Penerapan Sistem Informasi pada Universitas Narotama

Yaitu sesuai dengan visi dan misi Universitas Narotama

VISI:

Terwujudnya universitas yang modern dan bermutu berbasis teknologi informasi.

MISI:

Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.